BERITA

KEMBALINYA SUATU PERSAHABATAN

21-10-2020

Oleh : Marvel Febriano (Kelas VIII A)

Dina adalah siswi kelas VIII SMP. Ia adalah anak orang berada. Orangtuanya adalah pengusaha sukses. Terbukti saat kelas VII setiap berangkat dan pulang sekolah Dina selalu diantar dan dijemput oleh seorang sopir pribadi. Dari fasilitas orangtuanya yang berlebih, Dina tumbuh menjadi anak yang manja, sombong dan suka membully teman-temannya terutama teman sekelasnya yang bernama Lydia. Lidya berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang petani sedangkan ibunya penjual kue keliling. Namun, Lidya adalah anak yang rajin dan pandai. Ia sering mendapat juara di perlombaan bidang sains. Hal tersebut membuat Dina menjadi iri pada Lidya.
Pada suatu hari, Pak Bertus mengumumkan bahwa akan diadakan seleksi lomba mata pelajaran Matematika untuk mengikuti lomba di tingkat Kabupaten dalam masa pandemi ini. Dina dan Lidya serta beberapa peserta mengikuti seleksi dari rumah masing-masing. Lidya belajar dengan sungguh-sungguh dari jauh-jauh hari sedangkan Dina belajar dengan sistem kebut semalam karena Ia berpikir bahwa materinya sangat mudah. ”Ah, pasti materinya gampang. Belajar besok aja”, pikirnya. Namun, saat belajar Ia kebingungan karena materinya sangat sulit bahkan Ia sempat memanggil guru les untuk membantunya. ”Haduh, susah banget nih. Gimana ini?”, kata Dina.

Dan akhirnya, hari seleksi pun tiba dan seleksi dilakukan secara ketat. Hasilnya Lidya yang terpilih mewakili sekolah karena Ia mendapat nilai yang paling tinggi. Kebencian Dina terhadap Lidya semakin bertambah ketika Lidya memenangkan lomba di tingkat Kabupaten dan berhak mewakili Kabupaten untuk lomba di tingkat Provinsi. ”Lidya lagi yang menang. Harusnya aku yang menang. Dasar Lidya”, katanya sambil marah.

Sudah dua minggu Lidya pergi untuk mengikuti Lomba Matematika. Akhirnya Lidya pulang karena kalah saat menjadi wakil tingkat Provinsi di tingkat Nasional. Teman-teman Lidya memberikan ucapan selamat kepadanya, hanya Dina yang tidak mengucapkan selamat kepada Lidya. Lalu Lidya datang menghampiri Dina dan berkata, ”Hai Din, apa kabar?”. Tak disangka Dina malah marah kepada Lidya. ”Harusnya aku yang mewakili sekolah bukan kamu Lidya. Aku sudah belajar sampai larut malam tapi tidak ada hasilnya. Ini semua gara-gara kamu”, kata Dina sambil marah. ”Kalau kamu mau mewakili sekolah kamu harus belajar lebih rajin lagi. Mungkin tahun depan kamu bisa mewakili sekolah kita”, kata Lidya. Namun, karena kesal Dina pergi meninggalkan Lidya masih sambil marah.

Sudah lama Dina dan Lidya tidak bertemu. Rasa iri pada diri Dina sudah membuat pertemanan mereka kacau walau sebenarnya mereka saling merindukan satu sama lain. Lidya sudah berusaha untuk menghibur Dina, tetapi belum berhasil hingga suatu hari sekolah mereka akan segera mengadakan Penilaian Akhir Semester. Kebetulan pelajaran Matematika di kelas VIII cukup sulit. Banyak siswa yang meminta Lidya untuk mengajari mereka Matematika karena hanya Ia yang sudah paham. Karena Dina merasa kebingungan saat belajar matematika untuk mempersiapkan Penilaian Akhir Semester, maka Ia mencoba meminta tolong Lidya untuk mengajarinya. Meskipun Dina merasa khawatir bila Lidya tidak mau memaafkannya dan sudah tidak mau lagi berteman dengannya, Dina tetap mencoba untuk melawan rasa khawatirnya dan meminta Lidya untuk mengajarinya. Dina berkata, ”Lid, minta tolong ajarin aku Matematika dong!”. Lidya menjawab dengan senang, ”Boleh kok Dina”. Tiba-tiba Dina menangis karena temannya itu masih bersedia mengajarinya meskipun Ia sering mengejek dan selalu merasa iri pada Lidya. ”Lid, maafkan aku ya? Dari dulu aku sering mengejek kamu dan iri sama kamu karena kamu lebih pintar dan rajin”, kata Dina sambil menangis. ”Sudahlah jangan menangis. Aku tahu perasaan kamu kok. Aku sudah memaafkan kamu”, kata Lidya. ”Makasih ya Lid kamu masih mau memaafkan aku”, kata Dina. Lalu Lidya menjawab dengan terharu, ”Sama-sama Dina”. Setelah itu Lidya mengajari Dina Matematika sampai Dina paham. Dan akhirnya terjalin persahabatan di antara mereka.


Catatan : Cerpen ini terpilih sebagai Juara I dalam Lomba Cipta Cerpen - Kegiatan Jeda Tengah Semester I SMP Marganingsih.

kembali