BERITA
MERIAHKAN AGUSTUSAN, DI HUT RI KE-79
16-08-2024
Oleh: Margareta Amelia Adi Prabowo/9A
Seluruh warga SMP Marganingsih Muntilan serentak menggunakan kaos merah dan hitam pada Jumat, 16 Agustus 2024 lalu, guna memeriahkan berbagai lomba Agustusan yang diselenggarakan oleh para pengurus OSIS. Kira-kira apa saja kegiatannya?
Pukul 06.55 WIB, semua siswa sudah siap mengikuti apel pagi, berdiri tegap mendengarkan guru pembina yang akan menyampaikan teknis lomba dan rangkaian acara pada hari tersebut. Setelah apel pagi dibubarkan, teman-teman kelas 7,8, dan 9 segera menyiapkan diri untuk mengikuti lomba fashion show, lomba pertama yang akan segera dimulai. Tiap kelas sudah menyiapkan gaun yang didesain dan dibuat oleh kelas itu sendiri (berbahan barang bekas) serta menunjuk salah satu perwakilan anak untuk menjadi model tersebut. Kegiatan lomba fashion show ini bertempat dilapangan SMP Marganingsih Muntilan, dengan para model serta kelasnya sebagai berikut; Bunga 7A, Alin 7B, Aulia 8A, Kinan 8B, Clara 9A, dan Sarah 9B
Mereka berkumpul di lapangan dengan menggunakan dress yang mempunyai karakter dan keindahan tersendiri dari masing-masing kelasnya. Setelah para dewan juri siap (Bu Mega dan Bu Rina) parade lomba fashion show dimulai. Tema dress yang digunakan setiap kelas berbeda, namun tetap satu tema bahan yaitu bahan bekas. Mulai dari kelas 7A yang bertema kemerdekaan, seluruh bahan dress berasal dari plastik bekas berwarna merah dan putih. Kelas 7B dengan bahan dasar koran bekas, yang dilipat, dan membentuk sayap dan dress yang indah. Salah satu yang unik adalah dari kelas 8A yang mengambil tema pewayangan, sehingga model menggunakan wayang sebagai aksesoris dan gunungan wayang. Kelas 8B yang bertemakan perjuangan, lengkap dengan sayap berbahan dasar koran. Kelas 9A membawakan tema margasatwa dengan berbahan dasar plastik + koran + kardus dan kelas 9B yang berbahan dasar plastik + bagor + kardus dan koran.
Setelah juri selesai menilai, para model dan designer diminta untuk foto, dan setelah itu dilanjutkan sesi foto bersama satu kelas. Guru, karyawan, dan para siswa kagum dengan kreatifitas anak-anak yang mampu menyulap barang bekas menjadi sebuah karya yang sungguh luar biasa.
Kegiatan selanjutnya yaitu perlombaan tak kalah serunya dari fashion show tadi tentunya. Pada perlombaan ini bertujuan untuk mengajak seluruh warga sekolah mengembangkan sikap sportifitas, kerja sama, dan teknik yang tepat untuk digunakan selama lomba. Lombanya sangat menarik dan bermacam-macam, antara lain Lomba trenggiling guling.
Teknis permainannya adalah tiap kelas memilih satu anak sebagai perwakilan kelas, lalu anak tersebut masuk dalam kardus berbentuk O yang sudah disiapkan oleh pengurus osis dan berguling-guling sampai ke garis finish. Permainan selanjutnya yaitu kardus bergoyang, tiap kelas memilih satu anak sebagai perwakilan kelas.
Kardus berisi bola dengan satu bolongan dikardus diikatkan ke pinggang peserta, lalu siapa yang mengeluarkan bola paling banyak dengan digoyangkan dia yang akan menang. Straw in game, salah satu permainan yang tak kalah menariknya yaitu tiap kelas memilih 5 anak sebagai perwakilan kelas.
Sebuah gelas akan diletakkan digaris finish oleh pengurus OSIS, peserta harus membawa sedotan di hidung dan memasukkannya ke gelas tanpa disentuh dengan tangan. Banyu tumplek, salah satu permainan dengan nama yang unik dan membuat kita penasaran bagaimana permainannya. Teknis permainannya adalah tiap kelas memilih 6 anak sebagai perwakilan. Ke-6 anak itu wajib memakai kaos kaki dan tidur terlentang sambil mengangkat kaki untuk menyangga 1 ember berisi air dan bola. Ember harus dijaga supaya seimbang dan tidak tumpah saat keenam anak itu melepaskan kaos kakinya satu persatu. Kelas yang paling cepat melepaskan kaos kaki tanpa menumpahkan ember, dia yang menang.
Setelah keempat lomba tersebut telah dilaksanakan maka seluruh siswa diminta untuk ganti pakaian (jika basah) dan melanjutkan dengan tukar bekal sehat dan melanjutkan menghias kelas. Setelah kira kira jam 12.30 waktu kegiatan disekolah sudah berakhir, maka para siswa melaksanakan doa pulang serta menyanyi lagu nasional dan kembali ke rumah masing-masing.
Seluruh rangkaian perayaan HUT RI Ke-79 sudah berakhir dan sangat meriah. Ini semua merupakan salah satu bentuk ikut merayakaan kemerdekaan Indonesia. Semoga kita sebagai penerus bangsa mampu mengembangkan dan meningkatkan nilai-nilai, pesan, dan semangat yang telah pahlawan tanamankan pada diri kita. Merdeka!!!
- Gema Nada Marga Ukir Prestasi Gemilang dalam Lomba Marching Band di SMA Negeri 1 Dukun
- “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”.
- Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya
- Refleksi Peran Guru Sebagai Coach di Sekolah dan Keterkaitannya dengan Materi Pendidikan Guru Penggerak
- “BERBEDA ITU MENYENANGKAN”
- “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas”
- PRIBADIKU DIBENTUK OLEH TUHAN
- BERSUKACITA DALAM TUHAN
- "Orang Benar Hidup Oleh Percaya Habakuk".
- “ALLAH SUMBER PENGHARAPAN”