BERITA
SANG PENUNTUN JALAN
19-06-2024
Oleh: Irene Stefana Marganingrum dan Irene Stefani Marganingtyas
Pada hari Jumat, 24 Mei SMP Marganingsih mengadakan ibadat untuk memperingati pesta pelindung sekolah yaitu “Maria Della Strada” yang diadakan di Ruang Multimedia.
Sebelum ibadat dimulai, diadakan doa rosario bersama yang dipimpin oleh seksi kerohanian pengurus OSIS yaitu Kyera Angelica Arella dan Theodora Areta. Ibadat dimulai pada pukul 07.15 WIB. Setelah doa rosario bersama dilanjutkan dengan ibadat yang dipimpin oleh Bapak Budi Windarto beliau pernah mengabdi di SMP Marganingsih sebagai guru pendidikan agama Katolik pada tahun 1980 sampai tahun 2015. Ibadat dimulai dengan dibacakan prolog tentang Maria Della Strada yang dibacakan oleh Helena Cahayaningtyas.
Ibadat diikuti oleh Bapak Ibu guru, karyawan, dan para siswa kelas 7 dan 8 serta beberapa perwakilan dari kelas 9. Maria Della Strada (bahasa Italia) rakyat di Roma mengartikan Maria Della Strada adalah ‘Maria penuntun jalan, atau juga disebut ‘Dipamarga” atau “Marganingsih. Nama yang bermakna, karena oleh keteladanan dan restu Bunda Maria kehidupan umat beriman dituntun kepada Yesus melalui Maria sampailah kepada Yesus: Per Mariam ad lesu. Bisa kita ketahui riwayat Maria Della Strada menjadi pelindung Serikat Yesus dan selanjutnya disebarluaskan oleh para Jesuit di banyak tempat.
Ibadat diawali dengan lagu pembuka Ave Maria yang dinyanyikan oleh Bapak Ibu guru, karyawan dan para siswa secara meriah. Di sela-sela ibadat, perwakilan dari tiap-tiap angkatan mempersembahkan sebuah persembahan kepada Bunda Maria Della Strada yang didampingi oleh Bapak Budi Windarto selaku pemimpin ibadat. Kemudian di lanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan tentang Bunda Maria Della Strada serta harapan untuk SMP Marganingsih.
Sebelum memulai ibadat, Bapak Budi Windarto bercerita bahwa ada suku di India bernama suku Asmat yang disana terdapat satu keluarga suami – istri dan kedua anaknya yang mengikuti Yesus, kemudian kepala suku mengundang keluarga itu di tengah tengah kumpulan masyarakat, kepala suku bertanya kepada keluarga itu apakah benar kamu menjadi Kristen ? Dan saat ini kamu harus memilih mau menjadi Kristen atau berhenti, jika menjadi Kristen akan saya bunuh keluargamu. Kemudian keluarga itu saling berangkulan dan teringat penggalan lagu “ Mengikut Yesus keputusanku, mengikut Yesus keputusanku” dan kepala suku menyuruh anak buah nya untuk menebas anak mereka, tinggallah seorang suami dan istri tadi, tetapi mereka tetap saling merangkul dan menyanyikan lagu “Mengikut Yesus keputusanku” sampai satu keluarga akhirnya terbunuh oleh kepala suku. Tuhan Yesus yang dari Allah Bapa menjadi manusia mengajarkan dan memberikan teladan kepada kita tentang cara hidup yang benar. Apa yang bisa kita buat dengan mengambil semangat Maria Della Strada, Maria mengandung Yesus yang dengan kata lain Maria berisi Yesus, kita yang berisi Yesus bisa menampakkan Yesus. Apa yang mengisi di dalam kita itu yang nanti kita keluarkan dan kita lakukan.
Setelah ibadat selesai, prosesi selanjutnya adalah perarakan menuju Gua Maria yang berada di lapangan SMP Marganingsih. Perarakan tersebut dipandu oleh Ibu Katarina Titik S,Pd dengan barisan paling depan adalah pembawa lilin yang berjumlah lima siswa dan siswi, lalu dilanjutkan dengan siswa yang membawa patung Bunda Maria Della Strada dan yang terakhir siswa yang membawa bunga untuk di letakkan di depan Gua Maria. Selama perarakan berlangsung para bapak ibu guru, karyawan, dan para siswa-siswi mendaraskan doa Salam Maria hingga sampai di depan Gua Maria. Setelah itu satu persatu siswa yang membawa lilin, patung bunda Maria, dan bunga meletakan di depan Gua Maria Della Strada yang berada di salah sudut halaman SMP Marganingsih. Setelah itu Bu Titik selaku pemandu, berdoa kepada Bunda Maria memohon perlindungan bagi SMP Marganingsih dan setelah selesai berdoa para siswa diajak kembali ke ruangan multimedia untuk makan bersama sebagai rasa syukur untuk memperingati Bunda Maria Della Strada sebagai pelindung SMP Marganingsih Muntilan
Bunda Maria Della Strada selalu mengingatkan dan mengajak kita supaya bisa hidup di jalan yang benar seperti teladan Yesus kepada anak-anakNya.
- Gema Nada Marga Ukir Prestasi Gemilang dalam Lomba Marching Band di SMA Negeri 1 Dukun
- “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”.
- Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya
- Refleksi Peran Guru Sebagai Coach di Sekolah dan Keterkaitannya dengan Materi Pendidikan Guru Penggerak
- “BERBEDA ITU MENYENANGKAN”
- “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas”
- PRIBADIKU DIBENTUK OLEH TUHAN
- BERSUKACITA DALAM TUHAN
- "Orang Benar Hidup Oleh Percaya Habakuk".
- “ALLAH SUMBER PENGHARAPAN”