BERITA
LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN (LDK)
04-04-2023
Oleh: Sekretaris OSIS (Lisabrina Rahma Pikatan dan Maria Galuh Lalita Wibawa)
Pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 1-2 Februari 2023 kami para pengurus OSIS periode 2022/2023, dengan jumlah 20 orang dan didampingi oleh bapak ibu guru melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Wisma Salam yang berlokasi di Salam, Magelang, Jawa Tengah.
Kami berangkat dari sekolah pukul 15.00 WIB dan perjalanan kami ditempuh sekitar 15-20 menit. Sesampainya di Wisma Salam kami disambut oleh salah satu pengurus wisma dan kami di persilakan untuk memilih kamar. Tiap kamar berisi 3 orang dan kami diberi waktu istirahat sekitar 30 menit. Setelah beristirahat kami di minta untuk berkumpul di aula, disini kami berkenalan dengan kakak-kakak pendamping atau para trainner yang akan mendampingi kami selama LDK ini.
Kegiatan ini didampingi oleh 7 pendamping yaitu Kak Tata, Kak Krisna, Kak Bagyo, Kak Naomi, Kak Tomo, Kak Rendra dan Kak Dodo. Sesudah berkenalan kami diberi beberapa aturan saat mengikuti kegiatan ini, antara lain :
1. Ketepatan waktu, konsekuensi jika tidak tepat waktu adalah menyanyikan 1 lagu nasional.
2. Wajib membawa alat tulis.
3. Bertanggungjawab atas fasilitas yang di sediakan.
4. Bersedia menjadi pemimpin dalam kegiatan.
Selesai perkenalan kemudian dilanjut dengan sesi 1 yaitu ibadat yang di pimpin oleh kak Tomo. Setelah ibadat dilanjutkan sesi berjudul “Who Am I” atau “Siapakah Aku”, di sesi ini kami di pandu oleh kak Rendra, disini kami dibagikan selembar kertas HVS dan kita diberi instruksi untuk melipat kertas menjadi 3 bagian, setelah itu kita diminta untuk menuliskan bagaimana fisik, talenta, sifat dan pengalaman kita. Maksud dari materi ini adalah kita diminta untuk percaya diri dan yakin bahwa diri kita itu unik dan lebih menyayangi diri kita sendiri atau bisa dibilang “anti insecure”, juga supaya kita lebih bersyukur pada Tuhan dan lebih mengerti potensi diri.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi 2 yaitu dinamika makan malam, dimana kami berpasangan dan melayani satu sama lain dengan cara yang unik yaitu tidak boleh berbicara dan harus menggunakan bahasa isyarat, kita harus memberi kode kepada pasangan kita jika ingin sesuatu. Jika ingin di ambilkan lauk kita harus memberi isyarat, di sesi ini juga kita harus menyuapi dan membantu minum pasangan kita. Setelah makan, kita juga diharuskan mencuci piring dan gelas pasangan kita, di sesi ini kita di ajari untuk bisa saling melayani satu sama lain. Masuk ke sesi 3 bersama Kak Dodo, yaitu menuliskan tokoh favorit atau tokoh yang menginspirasi kita dan menuliskan satu sifat dari tokoh tersebut yang membuat kita terinspirasi, ditulis disebuah sticky notes dan ditempel di dada. Setelah itu kakak pendamping memutarkan film yang berjudul “Encanto” dan setiap beberapa menit film di pause dan ada satu anak yang diminta berdiri untuk menyebutkan sifat utama yang akan di perbuat selama hidupnya, dan setelah itu kita bermain games bernama “Jalan Buta”, yaitu mata kita akan ditutup oleh kain dan kita harus mengikuti tali yang sudah dipasang oleh pendamping dan tidak boleh melepaskan tali tersebut sebelum kita sampai di finish, sesampainya di finish kita di suruh untuk ke games selanjutnya. Games tersebut memiliki banyak tali yang melintang dan kita harus melewati tali tersebut sampai tujuan tanpa menyentuh tali itu sedikitpun, disini kita dilatih kesabaran dan pantang menyerah.
Kegiatan terakhir adalah “Solo Night” yaitu merefleksikan apa yang sudah dilakukan selama satu hari. Selesai sudah kegiatan hari pertama dan pukul 23.00 kami dipersilakan untuk tidur.
Di hari kedua, pada pagi hari kami sarapan terlebih dahulu. Sarapannya juga tidak biasa-biasa saja, tetapi kami membentuk kelompok yang berisi 10 orang, lalu di sediakan 10 telur, sayur tempe, dan nasi yang banyak dalam satu wadah. Aturannya adalah kami harus makan tanpa menggunakan sendok, jadi kami makan langsung menggunakan tangan dan kami makan bersama-sama atau biasa disebut “kembulan”. Makanan kami harus benar-benar habis untuk bisa melanjutkan sesi berikutnya. Setelah selesai makan kami diberi waktu 10 menit untuk bersiap diri. Diwaktu istirahat kami juga membuat kelompok baru untuk melanjutkan outbond/game selanjutnya. Setelah kelompok baru terbentuk, kami diinstruksikan untuk membuat yel-yel untuk mengawali setiap game di hari tersebut. Lalu setiap kelompok di arahkan untuk menuju pos yang berbeda. Terdapat beberapa pos, ada pos yang dinamakan “Management Conflict”, di pos ini masing masing anak di beri perintah untuk melakukan sesuatu yang ternyata semua yang dilakukan pasti bertentangan dengan teman lainnya, nah di pos ini kami di ajarkan untuk tetap berada di prinsip kami dan pelajaran bahwa untuk mencapai tujuan itu tidak mudah dan melewati banyak tantangan. Lanjut kepos 2 yaitu “Public Speaking” yang terdapat 5 tema yaitu anti bullying, kebhinekaan, nasionalisme, bijak bermedia sosial, dan melestarikan lingkungan hidup. Di sesi public speaking masing-masing anak diberi waktu 2 menit. Setelah semua anak public speaking kami juga di beri saran dan masukan bagaimana cara public speaking yang baik, benar, dan membuat audience lebih tertarik dengan topik pembahasan. Pos ke 3 adalah game “Karpet Terbang” dimana per kelompok di beri 10 karpet kecil dan setiap orang membawa 1 karpet. Aturan permainannya adalah kami harus berjalan sampai garis finish menggunakan karpet tersebut, setiap karpet harus diisi dengan kaki pemain dan jangan sampai ada karpet yang kosong karena bisa diambil oleh kakak pendamping. Dan game terakhir adalah “Pipa Bocor”, dimana tiap kelompok akan di beri pipa panjang yang banyak lubangnya dan ada 2 anak yang mengambil air dan sisanya menutupi pipa-pipa yang berlubang sampai bola yang ada didalam pipa muncul dan keluar dari pipa. Dari kedua game ini kami diajarkan betapa pentingnya bekerja sama dalam berorganisasi. Selesai sudah semua game dan kami diberi waktu untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri kami masuk sesi terakhir yaitu merefleksikan kegiatan selama 2 hari, kemudian mengikuti misa penutupan, makan siang, dan bersiap-siap untuk pulang. Pukul 14.00 WIB kami meninggalkan Wisma Salam dan kami melakukan perjalanan kembali ke sekolah.
Banyak hal positif dan pengetahuan tentang kerjasama, menjadi seorang pemimpin, kepedualian, dan tentang organisasi yang kami dapat dari LDK ini. Semoga kami dapat menjalankan kepengurusan OSIS dan program kerja yang kami buat dengan baik dan penuh tanggung jawab. Semangat untuk Pengurus OSIS Periode 2022/2023.
- Gema Nada Marga Ukir Prestasi Gemilang dalam Lomba Marching Band di SMA Negeri 1 Dukun
- “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”.
- Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya
- Refleksi Peran Guru Sebagai Coach di Sekolah dan Keterkaitannya dengan Materi Pendidikan Guru Penggerak
- “BERBEDA ITU MENYENANGKAN”
- “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas”
- PRIBADIKU DIBENTUK OLEH TUHAN
- BERSUKACITA DALAM TUHAN
- "Orang Benar Hidup Oleh Percaya Habakuk".
- “ALLAH SUMBER PENGHARAPAN”