BERITA
TAMAN DOA MARIA RATUNING KATENTREMAN LAN KARAHARJAN
09-06-2022
Oleh: Albertina Murti Nugraheni, S.Pd.
Gereja Katolik mengkhususkan bulan Mei sebagai Bulan Maria. Menurut www.katolisitas.org, praktik devosi bulan Mei sebagai bulan Maria sudah diperkenalkan sejak akhir abad ke-13. Praktik ini mulai populer di kalangan Jesuit di Roma mulai sekitar tahun 1700-an, lalu menyebar ke seluruh gereja.
Pada tahun 1809, Paus Pius VII ditangkap oleh serdadu Napoleon. Dalam pergulatan batin di penjara, Paus Pius VII memohon pertolongan kepada Bunda Maria. Paus Pius VII berjanji akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria. Pada 24 Mei 1814, Bapa Paus dibebaskan. Bapa Paus mengumumkan hari perayaan Bunda Maria satu tahun setelahnya. Devosi ini semakin dikenal bersamaan dengan Paus Pius IX yang saat itu mengumumkan dogma“Immaculate Conception ”atau“ Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda” pada tahun 1854. Devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal setelah itu.
Pada hari Selasa, 31 Mei 2022, seluruh guru dan karyawan SMP Marganingsih Muntilan mengadakan ziarah ke Taman Doa Maria Ratuning Katentreman Lan Karaharjan di Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang sebagai penghormatan kepada Bunda Maria. Tujuan ziarah ini adalah menutup seluruh rangkaian devosi kepada Bunda Maria di bulan Me. Perjalanan dilaksanakan setelah seluruh rangkaian Penilaian Akhir Tahun (PAT) selesai. Saat sampai di sana, Bapak dan Ibu diperbolehkan untuk beristirahat sejenak. Setelah itu, dilaksanakan doa Rosario secara bersama-sama. Doa Rosario dipimpin oleh Ibu Kristiana Setyarini, S.Pd. Setelah doa Rosario selesai, Bapak dan Ibu berdoa secara pribadi di depan patung Bunda Maria Ratuning Katentreman Lan Karaharjan. Bapak dan Ibu tidak ingin melewatkan momen spesial itu dengan mengambil gambar di depan patung Maria Ratuning Katentreman Lan Karaharjan sebagai kenang-kenangan. Seluruh rangkaian acara di Taman Doa Gantang selesai, kami singgah sejenak di rumah Ibu Lucia Rubiyati, S.Pd., Bu Luci merupakan salah satu guru di SMP Marganingsih yang rumahnya hanya berjarak beberapa kilometer dari Taman Doa yang kami kunjungi. Di sana, Bapak dan Ibu bersilaturahmi sambil berbincang santai.
Seusai kami istirahat sejenak di rumah Ibu Luci, kami berpamitan untuk kembali ke rumah masing-masing. Perjalanan singkat yang sungguh menyenangkan dan mampu menyegarkan kembali pikiran Bapak Ibu sebelum melanjutkan tugas dan tanggung jawabnya di sekolah. Semoga seluruh rangkaian doa dan ujub ini, bisa semakin menguatkan dan memampukan kami untuk menjalani hidup di kemudian hari.
"May the mother of Jesus andourMother,alwayssmileonyourspirit,obtainingforit,fromHer most holy Son, every heavenly blessing."
-Saint Padre Pio
Tuhan memberkati.
Sumber: https://katolisitas.org/mei-dan-oktober-sebagai-bulan-maria/
- Gema Nada Marga Ukir Prestasi Gemilang dalam Lomba Marching Band di SMA Negeri 1 Dukun
- “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”.
- Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya
- Refleksi Peran Guru Sebagai Coach di Sekolah dan Keterkaitannya dengan Materi Pendidikan Guru Penggerak
- “BERBEDA ITU MENYENANGKAN”
- “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas”
- PRIBADIKU DIBENTUK OLEH TUHAN
- BERSUKACITA DALAM TUHAN
- "Orang Benar Hidup Oleh Percaya Habakuk".
- “ALLAH SUMBER PENGHARAPAN”