BERITA

PAGELARAN KESENIAN MARSUDIRINI

30-03-2022

Oleh: Rina Ambarsari, S.E.
Gelar Kesenian Marsudirini sebagai ajang memperkenalkan Yayasan Marsudirini ke khalayak ramai, yang diikuti oleh TK St. Theresia Marsudirini, SD St. Yoseph Marsudirini, SMP Marganingsih, dan SMA Marsudirini Muntilan, mengambil tema “Membumi untuk Menggema”, dalam rangka HUT ke-2 Sanggar Bumi Retawu, pimpinan Ibu Ari Sadewo dan Pemiliknya adalah bapak Susanto Sadewo. Kegiatan diadakan pada hari Sabtu, 26 Maret 2022 dan acara digelar di Armada Town Square Mall Magelang pada pukul 17.00 – 20.00 WIB.
 Gelar Kesenian Marsudirini atau bisa disebut Marsudirini Muntilan Open School ini bertujuan memperkenalkan Marsudirini ke wilayah yang lebih luas, menjadikan budaya (sebagai sarana) mendekatkan Marsudirini dengan masyarakat, menunjukkan Marsudirini sebagai ladang Pendidikan yang tidak lupa akan budaya bangsa.
Gelar Kesenian ini adalah kelanjutan dari Pagelaran Wayang Kulit Sanggar Bumi Retawu yang memperingati ulang tahunnya ke-2. Sanggar Bumi Retawu merupakan suatu gebrakan dengan membuat acara Pagelaran Wayang Kulit dan Kesenian di Mall. Marsudirini Muntilan diberi kesempatan untuk mengisi acara Gelar Kesenian dengan berbagai kesenian dari TK sampai SMA.
Acara Pagelaran wayang dimulai pukul 13.00 dan berakhir pukul 17.00 WIB dan dilanjutkan dengan Gelar Kesenian Marsudirini dan berakhir pukul 20.30 WIB. Acara ini diawali oleh pembawa acara yang membuka acara dan memperkenalkan Yayasan Marsudirini secara umum, kemudian ada lagu Anoman Obong sebagai pembuka acara supaya terlihat adanya kelanjutan antara pagelaran wayang dan pagelaran kesenian Marsudirini. Setelah lagu selesai main host mempersilakan unit TK St. Theresia untuk tampil. Beberapa murid TK menampilkan gerak dan lagu, tari Hola Hop, tari Jaranan, setelah selesai penampilan dari TK kemudian di sambung Dolanan Bocah dari SD St.Yoseph Muntilah yang menampilkan lagu Jawa, melukis, drama, tari Gedrug, geguritan, story telling, dan dongeng.
Untuk penampilan ketiga waktunya SMP Marganingsih muntilan untuk menampilkan talenta-talenta dalam bidang seni. Dalam Gelar Kesenian Marsudirini kali ini SMP Marganingsih Muntilan menampilkan Tari Krincing Manis yang di persembahkan oleh Meysherly, Lisabrina, dan Yesika. Ketiga siswa tersebut dari kelas VII, selanjutnya yaitu Geguritan sekaligus berperan sebagai pembawa acara menggunakan Bahasa Jawa dibawakan oleh Aprilia Kasih kelas VIII, dilanjutkan Tari Candik Ayu oleh Vannesa dan Vasilli kelas VII.
Ada hal menarik yang ditampilkan SMP Marganingsih selain kesenian Jawa, yaitu Talk show tentang pengalaman Helen Helou bersekolah di SMP Marganingsih dan tinggal di asrama Marsudirini, menggunakan Bahasa Inggris bersama dengan Miss Berti sebagai guru Bahasa Inggris di SMP Marganingsih. Kesenian modern juga ditampilkan untuk menambah khasanah budaya yaitu modern dance dengan judul Eleven oleh Giovani Galuh kelas VIII, dan judul O.O yang dipersembahkan oleh Rachel sebagai perwakilan dari alumni SMP Marganingsih semakin menambah semarak acara Gelar Kesenian Marsudirini.
SMP Marganingsih memang mengusung konsep perpaduan tradisional dan modern, karena SMP Marganingsih tidak hanya menerima siswa lokal Jawa tengah saja, tetapi dari seluruh penjuru tanah air. SMP Marganingsih terkenal dengan sebutan “Indonesia Mini”, karena ada asrama Marsudirini yang dapat menampung siswa dari manapun.

Setelah SMP Marganingsih tampil, giliran SMA Marsudirini yang menampilkan kreasi budaya Jawa, yaitu tarian, drama, story telling, talk show Bahasa Jawa, dan geguritan.
Antusias penonton baik dari lingkup Marsudirini maupun pengunjung Artos Mall lumayan banyak, dan mereka tertarik dengan segala suguhan dari Marsudirini. Banyak pengunjung yang sekedar berhenti sejenak untuk menyaksikan pagelaran wayang dan gelar kesenian Marsudirini ini.




kembali